selamat datang di asih imaniar's blog, selamat membaca dan semoga bermanfaat

Jumat, 28 April 2017

Prinsip-prinsip Desain Grafis



Prinsip - Prinsip Desain Grafis

Hallo… selamat pagi kali ini saya membahas prinsip-prinsip desain grafis dan masih sangat berkaitan dengan postingan saya kemarin, terdapat 5 buah prinsip-prinsip yang ada pada desain grafis. Ke-5 prinsip itu saling berkaitan sehingga sangat penting untuk kita ketahui, demi terciptanya desain yang baik serta menampilkan keindahan yang  memiliki daya tarik tersendiri, mari kita baca, pelajari serta memahami dari artikel berikut ini yang saya ambil sebagai bahan belajar dari sebuah website…
Kesederhanaan
Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.
Keseimbangan
Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.
Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.
Kesatuan
Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.
Penekanan (aksentuasi)
Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.
Irama (repetisi)
Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.
Sekian artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan untuk sumber artikel ada dibawah ini. Semoga dapat membantu..
Sumber : 

Kamis, 27 April 2017

Desain Grafis dan Unsur-unsur Desain Grafis




Halo dalam postingan kali ini saya ingin membahas mengenai desain grafis yang saya ambil dari beberapa sumber, dibawah ini terdapat beberapa definisi desain grafis menurut para ahli :   
Suyanto
“Desain grafis didefinisikan sebagai “aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk berbagai kebutuhan, pendidikan, bisnis dan bahkan industri”. Aplikasi ini diimplementasikan dalam lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual meningkatkan pesan dalam upaya untuk publikasi”.
Jessica Helfand
“Mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, subversif atau mudah diingat”.
Maka dapat disimpulkan bahwa desain grafis adalah seni berupa gambar atau ilustrasi yang diciptakan oleh seseorang dengan kreatifitasnya dan diimplementasikan melalui sebuah media, yang dibentuk secara visual sehingga menampilkan kesan yang indah dan mudah untuk diingat.

Unsur-unsur Desain Grafis
1.      Garis (Line)
Satu garis yaitu unsur design yang menghubungkan pada satu titik poin dengan titik poin yang lain hingga dapat berupa gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis yaitu unsur mendasar untuk bangun bentuk atau konstruksi design. Didalam duni a komunikasi visual kerapkali kita memakai dotted line, solid line, serta garis putus-putus.
2.      Bentuk (Shape)
Bentuk yaitu segalanya yang mempunyai diameter tinggi serta lebar. Bentuk mendasar yang di kenal orang yaitu kotak (rectangle), lingkaran (circle), serta segitiga (triangle).
3.      Struktur (Texture)
Struktur yaitu penampilan permukaan (corak) dari sebuah benda yang bisa dinilai lewat cara diliat atau diraba. Yang pada prakteknya, struktur kerap digolongkan sebagai corak dari sebuah permukaan benda, umpamanya permukaan karpet, pakaian, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, serta lain sebagainya.
4.      Ruangan (Space)
Ruangan adalah jarak pada sebuah bentuk dengan bentuk yang lain, pada praktik design bisa jadikan unsur untuk berikan dampak estetika design serta dinamika design grafis. Berbentuk fisiknya pengidentifikasian ruangan dikelompokkan jadi dua unsur, yakni object (profile) serta latar belakang (latar belakang).
5.       Ukuran (Size)
Ukuran yaitu unsur lain dalam design yang mendeskripsikan besar kecilnya sebuah object. Dengan memakai unsur ini Anda bisa membuat kontras serta penekanan (emphasis) pada object design anda hingga orang bakal tahu mana yang bakal diliat atau di baca terlebih dulu.
6.      Warna (Color)
Warna adalah unsur perlu dalam object design. Lantaran dengan warna orang dapat menghadirkan jati diri, mengemukakan pesan atau membedakan karakter dari bentuk-bentuk bentuk visual secara terang
Demikian pembahasan mengenai desain grafis dan beberapa unsur dari desain grafis semoga dapat bermanfaat bagi pembaca…

Sumber:

Jumat, 21 April 2017

Teknik Modeling 3 Dimensi


Teknik Modeling 3 Dimensi

Dalam teknik modeling 3D terkadang kita dihadapkan pada suatu pilihan yang mengharuskan seorang modeller menggunakan teknik tertentu karena mungkin hanya dengan teknik tersebut sebuah model dapat kita buat. Setiap modeller terkadang memiliki beda pandangan terhadap pendefinisian teknik modeling ini namun pada dasarnya adalah sama saja. Ada 3 teknik modeling 3 dimensi yang secara umum dapat digunakan setiap kita akan membuat sebuah model menggunakan aplikasi pemodelan 3D.

3 Teknik Pemodelan 3D tersebut adalah:
1.      Teknik Primitive Modeling (Solid Geometry Modeling)
2.      Teknik Polygonal Modeling (Sculpt Modeling)
3.      Teknik NURBS Modeling (Curve Modeling)

1.        Primitive Modeling
Primitive modeling merupakan teknik dasar pemodelan 3d dengan menggunakan obyek-obyek solid yang sudah ada pada Standar geometri sehingga disebut juga dengan Constructive Solid Geometry. Obyek-obyek tersebut adalah box, sphere, cylinder, plane, dsb. Batasan teknik ini adalah pemodelan dilakukan dengan menggabung-gabungkan obyek dasar pada standart primitive tanpa merubah bentuk dasar dari obyek tersebut. Dengan demikian teknik ini hanya dapat digunakan untuk membuat model-model yang standar dan tidak dapat atau sangat sulit diterapkan untuk membuat model dengan bentuk permukaan yang komplek.
 
2.        Polygonal Modeling
Polygonal modeling merupakan teknik modeling 3ds max yang paling banyak digunakan. Hal ini karena teknik ini simple, mudah dipelajari, dan cepat dalam membuat sebuah model. Polygonal modeling disebut juga dengan sculpting (memahat) karena proses/hasil dari teknik ini menyerupai memahat atau pahatan. Teknik ini paling banyak digunakan oleh modeller karena relatif mudah, simple, cepat dalam pengerjaannya dan tidak membutuhkan resource komputer yang besar. Teknik polygonal modeling ini lazimnya adalah menggunakan obyek dasar pada standar primitives geometry dan kemudian dimodifikasi menjadi obyek yang diinginkan. Untuk memulai teknik ini obyek standar pada primitive geometry terlebih dahulu dikonversi menjadi editable mesh atau editable poly dan kemudian dengan memanipulasi atau editing pada vertex, edge, face, poly, border, atau element dapat digunakan untuk membuat model yang sangat kompleks sesuai kebutuhan dengan relatif cepat.




3.        NURBS Modeling
Merupakan singkatan dari Non-Uniform Rational B-Spline. Merupakan sebuah teknik modeling (khususnya dalam 3ds max) dengan fokus utama pemodelan dengan memanfaatkan kurva dan surface 3d. Dengan teknik NURBS seorang modeller dapat membuat obyek dengan kurva yang memiliki tingkat kerumitan tinggi sehingga teknik ini menjadi standar modeling khususnya dalam pembuatan obyek dengan permukaan kurva. Teknik ini dapat diawali dengan sebuah obyek dari standar primitive dari solid geometry (untuk obyek solid) dengan terlebih dahulu dikonversi menjadi editable to NURBS atau langsung melalui panel Geometry untuk obyek berupa Surface (Non-Solid).
 
 

Artikel sumber :