Nama : Asih Imaniar
Kelas : 1KA23
Npm : 11114740
Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu
merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi
tanggung jawab yang diberikan generasi tua. Selain memikul beban
tersebut pemuda juga dihadapkan persoalan-persoalan diantaranya
kenakalan remaja, ketidak patuhan pada orang tua/guru, kecanduan
narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja dan
masalah lainnya. Seringkali pemuda dibenturkan dengan “nilai” yang telah
ada jika mereka berkelakuan di luar nilai tersebut.
Proses
kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang
besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses
demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi
itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga
mencapai titik kulminasi.
Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
• Masa bayi : 0 – 1 tahun
• Masa anak : 1 – 12 tahun
• Masa Puber : 12 – 15 tahun
• Masa Pemuda : 15 – 21 tahun
• Masa dewasa : 21 tahun keatas
Diliaht dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
• Golongan anak : 0 – 12 tahun
• Golongan remaja : 13 – 18 tahun
• Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Usia 0 - 18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda
Usia 16 - 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi
Usia 18 - 21 tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta
Dilihat
dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia
18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu.
Sikap
malas merupakan salah satu bentuk kemiskinan mental yang akan membuat
kita terpuruk dalam jurang ketidak berdayaan. Sebaliknya, sikap rajin
akan mempercepat langkah untuk segera bangkit dari keterpurukan. Dan ini
dibuktikan oleh beberapa negara yang sudah bangkit dari krisis seperti
Korea Selatan. Di negeri ginseng itu budaya kerjanya sudah sangat cepat,
teratur, disiplin, dan jauh dari kesan pemalas.
Memang,
meski hasil survei tersebut tak bisa dikatakan mewakili hal
sesungguhnya, tapi setidaknya angka-angka itu menjadi cerminan diri kita
sebagai bangsa. Dan, seharusnya pula hal itu bisa kita jadikan sarana
evaluasi bersama. Sudahkah kita, sebagai pribadi punya sikap kaya
mental? Sudahkah kita sebagai pemuda harapan bangsa, tak lagi memiliki
sikap suka menunda-nunda? Sebab, hanya dengan memulai dari diri
sendirilah kita akan mampu bangkit.
Beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Spontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kreativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.
Pemuda
merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita
perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan
agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar
intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain
mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga
berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau
bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus
mempunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya,
dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
Dalam
kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan
masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang
membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses
sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses
sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarna cara berpikir dan
kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi
tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan
lingkungan budayanya. Sesuai dengan pepatah lama semakin banyak dilihat
semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan
seorang pemuda bisa bertindak dan mengasah pola pikirnya untuk perubahan
yang akan datang.
Pengalaman
adalah hal yang sangat penting dalam menunjang kemajuan pola pikir
seorang pemuda. Pemuda dituntut kreatif, inovatif dan korporatif
(kerjasama”dalam hal baik”). Semakin banyak ia bergaul dengan orang lain
maka semakin banyak pengalaman yang ia peroleh. Ia dikenal banyak orang
dan mendapat banyak sekali akses dari orang disekitarnya ditambah
dengan etika dan kepribadiannya yang baik, siapapun pasti menyukai sosok
pemuda seperti ini. Kemudian kita bandingkan dengan pemuda yang
bersifat individualisme, kikuk ditengah masyarakat, kaku dan tidak mampu
mengaplikasikan manfaat dirinya akan terbuang ditengah kehidupan.
Studi kasus:
Kondisi
yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai
pergaulan. Banyak contoh-contoh menunjukkan pemuda atau generasi zaman
sekarang rusak, mulai dari video porno SMA, Sex bebas SMP.
Misorientas
pemuda dalam menatap masa depan yang cenderung melihat polotik
sebagai panglima, akibatnya pemuda saling berlomba merebut kekuasaan
dibidang politik, bukan dibidang ekonomi.
• Rendahnya akses dan kesempatan pemuda untuk memperoleh pendidikan
• Rendahnya minat membaca dikalangan pemuda
• Belum serasinya kebijakan kepemudaan di tingkat nasional dan daerah
•
Maraknya masalah-masalah social dikalangan pemuda, seperti
kriminalitas, premanisme, narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan seks
bebas yang dapat menimbulkan HIV.
Opini:
Peran
pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Seorang pemuda dituntut
dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukannya memperburuk
keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon-calon pemimpin yang
akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang
lain. Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral,
mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer
moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya
pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat
menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup
yang dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak
melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai rasa tanggung
jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan
Yang maha Esa.
PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi
diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu
mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup,
nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar
dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi
menurut para ahli
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi
adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan
diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat
berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi
adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami
norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk
kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi
adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami
norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk
kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Ada
beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain:
Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
a) Proses sosialisasi
Istilah
sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia
menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang lain. Proses
sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana ia
bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari
proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan
kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Semua warga negara mengalami proses
sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah
orang lain atau memgikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak
datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan,melainkan melalui proses
sosialisasi.
b) Media Sosialisasi
o Orang tua dan keluarga
o Sekolah
o Masyarakat
o Teman bermain
o Media Massa.
c) Tujuan Pokok Sosialisasi
o Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
o Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
o Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
o
Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan
kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada
masyarakat umum.
Studi kasus:
Pemuda/pemudi
bisa dikatakan saat ini saat rentan terhadap segala hal yang berkaitan
dengan segala hal dari segi pikiran dan materi. Karena pemuda memiliki
tingkat emosional yang tinggi, yang serba ingin tahu, serta ingin
mencobanya. Mereka ( pemuda / pemudi ) memiliki perkembangan yang kuat
untuk mencari apa yang mereka inginkan demi memcapai yang di inginkan
olehnya. Tingkat emosional yang begitu besar yang membuat mereka semua
untuk bangkit atau semangat, berjuang mencapai keinginannaya. Pemuda
zaman sekarang berbeda dengan pemuda masa lalu, perbedaannya pun jelas
terlihat oleh semua orang, dari segi pemikiran, pergaulan, pemecahan
masalah. Dan kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya
ketimbang dunia nyata. Lebih suka nge Facebook, lebih suka aktif di
mailing list, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat. Bahkan saat
ini banyak pemuda yang berupaya untuk mengajak / menculik wanita melalu
media sosial seperti Facebook . Tak sedikit yang menjadi korban dan hal
seperti ini banyak muncul diberita
Opini:
Pemuda
dan sosialisasi merupakan suatu hal yang berkaitan erat di dalam hidup
ini, dimana para pemuda harus ikut aktif dalam berperan di kehidupan
sehari-hari. Sosok pemuda di negeri ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan
hidup bersama membangun negeri ini.Para pemuda dan pemudi berperan
sebagai penerus bangsa yang harus meneruskan cita-cita para leluhur
kami. Berfikir secara positif dan berjiwa sosial merupakan hal penting
yang harus ditanamkan dalam diri masing-masing. Oleh karena itu sebagai
penerus bangsa ini, hendaknya kita selalu berfikir dan bertindak secara
positif dalam menangani hal dan keadaan apapun .
Sumber:
http://mamz.weebly.com/pemuda-dan-sosialisasi.html
http://wasnudin.blogdetik.com/2010/10/29/pemuda-dan-sosialisasi/
http://pemuda-dan-sosialisasi.blogspot.com/
http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/pemuda-sosialisasi-identitas-perguruan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar